Rabu, 14 November 2007

DOA SUKSES

Oleh : Uwes Fatoni

Dipublikasikan dalam kolom Hikmah Republika tanggal 24 Oktober 2007

Setiap manusia senantiasa berharap sukses dalam kehidupan dengan memperoleh semua yang diinginkan dan dicita-citakannya. Kesuksesan ini bisa dalam bentuk sukses materi, sukses sosial, sukses intelektual atau sukses emosional. Setiap kesuksesan tersebut bagi seorang muslim, tidak hanya diperoleh dengan ikhtiar, namun juga disertai dengan doa.

Doa merupakan pendorong ruhaniah diri kita untuk terus berusaha karena meyakini bahwa setiap usaha yang dibarengi doa akan sukses. Allah berfirman, "…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku jawab (QS Al-Mu'min {40}: 60).
Dengan keyakinan ini setiap ikhtiar yang kita usahakan akan dilakukan dengan sebaik mungkin, kalau bisa sampai sempurna atau minimal mendekati kesempurnaan. Dalam sebuah hadits qudsi rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku" (HR Bukhari Muslim).
Para nabi dan Rasul, sebagaimana dikisahkan secara indah dalam Al-Quran senantiasa berdoa untuk sukses dalam misinya sebagai pribadi atau sebagai pemimpin umat. Nabi Ayub berdoa untuk sembuh dari penyakit; Nabi Isa berdoa untuk mendapat rizki yang halal; Nabi Zakaria berdoa untuk mendapatkan keturunan yang baik; Nabi Sulaeman berdoa untuk mendapatkan kekuasaan. Doa-doa mereka merupakan doa-doa yang baik (ma'tsurat) yang dapat kita contoh dengan mengikuti dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa juga dinilai sebagai ibadah yang utama di sisi Allah, "Tidak ada satu pun amal yang lebih mulia pada pandangan Allah daripada doa" (HR. Bukhari). Bahkan Allah membenci orang-orang yang enggan berdoa kepada-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (tidak mau berdoa), akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Al-Mu'min:60).
Betapa tingginya nilai doa bagi seorang muslim, sehingga rasul menyatakan doa merupakan intinya ibadah (mukhul ibadah) dan senjata bagi orang yang beriman.
Agar kita senantiasa sukses dalam hidup marilah kita berdoa, baik di kala susah atau senang, ketika miskin atau kaya, dalam keadaan lapang atau sempit. Doa yang dipanjatkan secara dawam (rutin) inilah yang paling Allah sukai. "Barangsiapa yang mengingikan doanya dipenuhi Allah ketika dia dalam kesulitan, hendaknya dia memperbanyak doa di waktu lapang (HR. Tirmidzi dan Hakim).

Uwes Fatoni, Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.

0 komentar:

Posting Komentar

Oleh : Uwes Fatoni

Dipublikasikan dalam kolom Hikmah Republika tanggal 24 Oktober 2007

Setiap manusia senantiasa berharap sukses dalam kehidupan dengan memperoleh semua yang diinginkan dan dicita-citakannya. Kesuksesan ini bisa dalam bentuk sukses materi, sukses sosial, sukses intelektual atau sukses emosional. Setiap kesuksesan tersebut bagi seorang muslim, tidak hanya diperoleh dengan ikhtiar, namun juga disertai dengan doa.

Doa merupakan pendorong ruhaniah diri kita untuk terus berusaha karena meyakini bahwa setiap usaha yang dibarengi doa akan sukses. Allah berfirman, "…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku jawab (QS Al-Mu'min {40}: 60).
Dengan keyakinan ini setiap ikhtiar yang kita usahakan akan dilakukan dengan sebaik mungkin, kalau bisa sampai sempurna atau minimal mendekati kesempurnaan. Dalam sebuah hadits qudsi rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku" (HR Bukhari Muslim).
Para nabi dan Rasul, sebagaimana dikisahkan secara indah dalam Al-Quran senantiasa berdoa untuk sukses dalam misinya sebagai pribadi atau sebagai pemimpin umat. Nabi Ayub berdoa untuk sembuh dari penyakit; Nabi Isa berdoa untuk mendapat rizki yang halal; Nabi Zakaria berdoa untuk mendapatkan keturunan yang baik; Nabi Sulaeman berdoa untuk mendapatkan kekuasaan. Doa-doa mereka merupakan doa-doa yang baik (ma'tsurat) yang dapat kita contoh dengan mengikuti dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa juga dinilai sebagai ibadah yang utama di sisi Allah, "Tidak ada satu pun amal yang lebih mulia pada pandangan Allah daripada doa" (HR. Bukhari). Bahkan Allah membenci orang-orang yang enggan berdoa kepada-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (tidak mau berdoa), akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Al-Mu'min:60).
Betapa tingginya nilai doa bagi seorang muslim, sehingga rasul menyatakan doa merupakan intinya ibadah (mukhul ibadah) dan senjata bagi orang yang beriman.
Agar kita senantiasa sukses dalam hidup marilah kita berdoa, baik di kala susah atau senang, ketika miskin atau kaya, dalam keadaan lapang atau sempit. Doa yang dipanjatkan secara dawam (rutin) inilah yang paling Allah sukai. "Barangsiapa yang mengingikan doanya dipenuhi Allah ketika dia dalam kesulitan, hendaknya dia memperbanyak doa di waktu lapang (HR. Tirmidzi dan Hakim).

Uwes Fatoni, Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.
«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


Tidak ada komentar:

Leave a Reply