Sabtu, 01 Desember 2007

MENGUNDANG BENCANA

Oleh : Uwes Fatoni


 


Dalam al-Quran Allah telah memberikan peringatan akan datangnya berbagai bencana. Hujan yang sebelumnya merupakan media pembawa rahmat (al-An'am [6] : 99) menjadi sumber malapetaka berupa banjir yang merenggut banyak korban (al-Baqarah [2] : 59). Gunung yang semula menjadi pasak bumi (an-Naba [78] :7) tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas dan gas beracun (al-Mursalah [77] :10).


Angin yang tadinya semilir mendistribusikan awan (al-Baqarah [2]: 164) dan bertiup sepoi-sepoi sebagai media penyerbukan tumbuh-tumbuhan (al-Kahfi [18] : 45) tiba-tiba berubah menjadi putting beliung yang memporak porandakan semua yang dilewatinya (al-Fushilat [41] : 16). Laut yang tadinya pasrah melayani umat manusia untuk berlayar di atasnya (al-Haj [22] : 65) tiba-tiba mengamuk dan menjadi tsunami yang menerjang pantai (al-Takwin [81]: 6)


Berbagai bencana tersebut tidak pernah datang tanpa diundang. Ia hadir dengan undangan resmi manusia berupa perbuatan merusak alam dan perbuatan maksiat.


Perbuatan manusia merusak alam mengakibatkan keseimbangan alam terganggu dan akibatnya bencana datang tiba-tiba "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh ulah tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka itu" (QS. ar-Rum [30]: 41)


Demikian pula perbuatan maksiat seperti perzinahan, penyelewengan, riba, perjudian dan sebagainya, mengakibatkan Allah marah, akibatnya ditimpakan berbagai bencana kepada manusia. Rasul bersabda : "Bila perzinahan dan riba (penyelewengan) telah terang-terangan dilakukan oleh penduduk suatu negeri maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan bagi diri mereka untuk terkena azab Allah (HR. Bukhari).


Banyak contoh dari umat terdahulu yang ditimpa musibah disebabkan kemaksiatan mereka. Umat Nabi Nuh yang ingkar kepada Allah dihukum dengan banjir besar atau tsunami pertama di dunia. Umat nabi Syuaib yang penuh kecurangan dan korupsi dihancurkan dengan gempa yang mematikan. Umat Nabi Sholeh yang kufur dan cinta dunia berlebihan dimusnahkan dengan keganasan virus yang mewabah disertai gempa yang menggetarkan. Umat nabi Luth yang dilanda kemaksiatan, hedonisme dan penyimpangan seksual dihancurkan dengan gempa bumi yang dahsyat.


Oleh karenanya janganlah sekali-kali kita mengundang musibah untuk datang. Sekali kita mengundangnya, ia akan datang berkali-kali. Sepatutnya kita segera melakukan introspeksi diri (muhasabah) atas setiap perbuatan yang kita lakukan. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita serta melindungi kita dari musibah yang akan ditimpakan-Nya karena undangan kita. Amin


 


UWES FATONI, Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.

0 komentar:

Posting Komentar

Oleh : Uwes Fatoni


 


Dalam al-Quran Allah telah memberikan peringatan akan datangnya berbagai bencana. Hujan yang sebelumnya merupakan media pembawa rahmat (al-An'am [6] : 99) menjadi sumber malapetaka berupa banjir yang merenggut banyak korban (al-Baqarah [2] : 59). Gunung yang semula menjadi pasak bumi (an-Naba [78] :7) tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas dan gas beracun (al-Mursalah [77] :10).


Angin yang tadinya semilir mendistribusikan awan (al-Baqarah [2]: 164) dan bertiup sepoi-sepoi sebagai media penyerbukan tumbuh-tumbuhan (al-Kahfi [18] : 45) tiba-tiba berubah menjadi putting beliung yang memporak porandakan semua yang dilewatinya (al-Fushilat [41] : 16). Laut yang tadinya pasrah melayani umat manusia untuk berlayar di atasnya (al-Haj [22] : 65) tiba-tiba mengamuk dan menjadi tsunami yang menerjang pantai (al-Takwin [81]: 6)


Berbagai bencana tersebut tidak pernah datang tanpa diundang. Ia hadir dengan undangan resmi manusia berupa perbuatan merusak alam dan perbuatan maksiat.


Perbuatan manusia merusak alam mengakibatkan keseimbangan alam terganggu dan akibatnya bencana datang tiba-tiba "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh ulah tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka itu" (QS. ar-Rum [30]: 41)


Demikian pula perbuatan maksiat seperti perzinahan, penyelewengan, riba, perjudian dan sebagainya, mengakibatkan Allah marah, akibatnya ditimpakan berbagai bencana kepada manusia. Rasul bersabda : "Bila perzinahan dan riba (penyelewengan) telah terang-terangan dilakukan oleh penduduk suatu negeri maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan bagi diri mereka untuk terkena azab Allah (HR. Bukhari).


Banyak contoh dari umat terdahulu yang ditimpa musibah disebabkan kemaksiatan mereka. Umat Nabi Nuh yang ingkar kepada Allah dihukum dengan banjir besar atau tsunami pertama di dunia. Umat nabi Syuaib yang penuh kecurangan dan korupsi dihancurkan dengan gempa yang mematikan. Umat Nabi Sholeh yang kufur dan cinta dunia berlebihan dimusnahkan dengan keganasan virus yang mewabah disertai gempa yang menggetarkan. Umat nabi Luth yang dilanda kemaksiatan, hedonisme dan penyimpangan seksual dihancurkan dengan gempa bumi yang dahsyat.


Oleh karenanya janganlah sekali-kali kita mengundang musibah untuk datang. Sekali kita mengundangnya, ia akan datang berkali-kali. Sepatutnya kita segera melakukan introspeksi diri (muhasabah) atas setiap perbuatan yang kita lakukan. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita serta melindungi kita dari musibah yang akan ditimpakan-Nya karena undangan kita. Amin


 


UWES FATONI, Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.

«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


Tidak ada komentar:

Leave a Reply