Kamis, 24 Januari 2008

BERCINTA DENGAN TULISAN

Oleh : Uwes Fatoni


 


A lot of people want skilled in writing


But not many succeed


 


Tulisan adalah pembeda sejarah manusia antara masa sebelum peradaban dengan masa penuh peradaban. Dengan adanya tulisan manusia kemudian bisa mewariskan ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Perkembangan peradaban manusia tidak perlu lagi dimulai dari awal, namun cukup dengan meneruskan jejak yang telah ditinggalkan oleh para pendahulunya.


Tulisan berkaitan erat dengan kegiatan menulis dan mempublikasikannya. Tulisan yang telah dipublikasikan menjadi milik umum dan dibaca oleh sekian ratus, sekian ribu bahkan sekian juta orang. Sang penulis kemudian menjadi orang yang dikenang selama karya tulisnya tetap dibaca. Siapa yang tidak mengenal al-Ghazali pengarang kitab Ihya Ulumuddin. Kebesaran nama Al-Ghazali senantiasa dikenang karena karya tulisnya masih dibaca sampai sekarang.


Penghargaan yang demikian tinggi kepada penulis berbanding lurus dengan perjuangan dan usaha mereka menghasilkan karya. Seorang penulis yang hebat tidak hanya cukup memiliki cita-cita ingin menjadi penulis, namun ia harus pula memiliki tekad dan usaha yang tanpa kenal lelah untuk terus berlatih. Tanpa pengasahan melalui latihan yang terus menerus tidak mungkin seseorang bisa menjadi penulis hebat. Sebagaimana kalimat pembuka tulisan ini, banyak orang yang ingin menjadi penulis tapi hanya beberapa gelintir saja yang sukses. Kebanyakan gagal di tengah jalan karena di awalnya mereka bersemangat namun tidak bisa menjaganya sampai titik kesuksesan terlihat.


Mencintai kegiatan menulis


Terdapat beberapa tahapan dalam proses menjadi seorang penulis hebat termasuk penulis artikel di media massa. Pertama, tahap penguatan tekad dan keinginan. Seorang penulis seringkali diserang virus malas yang dalam jangka waktu panjang merusak otot-otot semangat menulis. Dengan memperkuat tekad secara terus menerus seorang calon penulis akan mampu melewati berbagai hambatan dan ujian yang dihadapinya.


Kedua, tahap merancang dan mempersiapkan tulisan. Sebuah tulisan yang baik harus dimulai dari perencanaan dan persiapan yang matang. Bahan tulisan yang melimpah akan memudahkan penulis untuk menghasilkan karya yang bermutu bahkan menjadi sebuah mahakarya (masterpiece). Tahap ini perlu modal hobi membaca. Bacalah semua bahan bacaan dan cobalah untuk bisa memahami dan mengkaitkannya dengan diri dan lingkungan sekitar. Dalam Quantum Learning dikenal istilah AMBAK : Apa Manfaat BagiKu. Membaca disertai motivasi AMBAK akan membawa kita pada wawasan yang luas yang tak pernah habis bila kita tuliskan.


Ketiga, tahap penulisan. Sekalipun bahan tulisan telah dikumpulkan seringkali muncul kesulitan dari mana hendak memulai tulisan? Oleh karenanya terlebih dahulu buatlah outline atau mindmapping untuk memudahkan dalam membuat alur penulisan. Sebagai catatan, dalam tahap ini mulailah menulis dari mana saja. Terus menulis dan tuangkan semua gagasan yang ada dalam otak dan pikiran sampai tak tersisa. Abaikan dahulu semua teknik penulisan dan alur logikanya. Nah, bila tahap ini telah selesai baru lakukan editing tulisan dari berbagai aspeknya. Selesai mengedit simpan dan bebaskan pikiran kita dari tulisan tersebut. Esok harinya baru kita edit kembali tulisan yang telah kita buat tersebut. Perbaiki terus sampai kita merasa puas.


Keempat, tahap publikasi. Tulisan yang baik adalah tulisan yang diapresiasi dengan baik oleh orang lain. Pengiriman dan pemuatan di media massa menjadi babak penentuan keberhasilan seorang penulis. Namun perlu diingat tahap ini jangan dianggap sebagai tahap akhir penulisan. Penulis yang sejati tidak pernah merisaukan hasil karyanya dengan menunggu dan menanti-nanti pemuatannya. Sebaliknya dia merasa bangga ketika tulisannya telah selesai karena setiap karya mengandung nilai yang tinggi yang akan dikenang olehnya di masa yang akan datang. Selesai mengirimkan ke redaksi, arsipkan tulisan itu. Memang Tidak ada salahnya kita mencek pemuatan hasil karya, namun hal itu jangan dijadikan sebagai perhatian utama bahkan mempengaruhi semangat untuk terus menulis. Sebaliknya teruslah menulis dan mengirimkannya ke media.


Penulis yang baik adalah penulis yang memiliki motivasi tinggi untuk berkarya dengan membuat target tulisan setiap hari atau setiap minggu. Kesibukannya semata-mata menulis dan terus mencintai kegiatan menulis.


Bercinta dengan tulisan


Bila seseorang mencitai sesuatu maka seluruh pikiran dan perasaannya tertumpu kepada sesuatu itu. Remaja yang sedang jatuh cinta kepada seseorang akan senantiasa berpikir dan ingat kepada sang kekasihnya. Evie Tamala mengistilahkan dalam lagunya "mau makan teringat padamu, mau minum teringat padamu, mau apapun teringat padamu, ….". Tiada hari dan tiada waktu tanpa ingat padanya.


Bercinta dengan tulisan yang sifatnya abstrak tak ubahnya seperti kita mencintai sesuatu secara fisik. Seluruh perhatian, konsentrasi dan perasaan senantiasa ada dan berkaitan dengan tulisan. Tak jarang kita merasa gundah dan resah tatkala belum menuangkan isi pikiran kita dalam tulisan. Sebaliknya ketika kita selesai menulis muncul perasaan puas dan bangga karena telah berhasil melahirkan mahakarya.


Terus belajar adalah cara terbaik untuk bisa bercinta dengan tulisan. Ingatlah bahwa kegiatan menulis laksana sebuah perjalanan menggunakan perahu yang bergerak dengan cara didayung. Untuk sampai ke tujuan ia butuh waktu dan kesabaran. Rakitlah kata menjadi kalimat dan kemudian rangkai menjadi karya tulis yang bermakna.


Tulisan ini hanya sebagai motivasi awal bagi para penulis pemula yang telah menguatkan hati untuk berkelana di belantara kata-kata. Trik-trik bagaimana cara menangkap ide, memilih topik, mengorganisir topik, menyiasati judul, membuat kerangka tulisan, menyiasati awal tulisan, membangun tubuh tulisan, menyiasari akhir tulisan dan teknik mengedit tulisan akan dibahas secara mendalam pada pertemuan selanjutnya.


Terakhir saya ucapkan selamat datang di dunia menulis dan semoga anda tetap bertahan sampai cita-cita anda menjadi penulis tercapai.


 


Oleh-oleh awal dari pertemuan calon penulis mahasiswa Manajemen Dakwah UIN SGD Bandung tanggal 24 Januari 2008

2 komentar:

  1. Mantap ustadz...wilujeng janten motivator calon penulis. Hayu ah urang narulis.

    Terima kasih, terima kasih. Kebetulan jurusan-jurusan di Fakultas Dakwah sedang buat komunitas penulis mahasiswa, ya saya siap saja diminta jadi koordinatornya. sekalian memotivasi diri sendiri untuk terus menulis, menulis dan menulis. sampai pegel.

    BalasHapus
  2. Hayu urang sasarengan wae Kang.....

    Hayu, sim kuring atos daftar. Cing aya naon wae kegiatan nana?


    BalasHapus

Oleh : Uwes Fatoni


 


A lot of people want skilled in writing


But not many succeed


 


Tulisan adalah pembeda sejarah manusia antara masa sebelum peradaban dengan masa penuh peradaban. Dengan adanya tulisan manusia kemudian bisa mewariskan ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Perkembangan peradaban manusia tidak perlu lagi dimulai dari awal, namun cukup dengan meneruskan jejak yang telah ditinggalkan oleh para pendahulunya.


Tulisan berkaitan erat dengan kegiatan menulis dan mempublikasikannya. Tulisan yang telah dipublikasikan menjadi milik umum dan dibaca oleh sekian ratus, sekian ribu bahkan sekian juta orang. Sang penulis kemudian menjadi orang yang dikenang selama karya tulisnya tetap dibaca. Siapa yang tidak mengenal al-Ghazali pengarang kitab Ihya Ulumuddin. Kebesaran nama Al-Ghazali senantiasa dikenang karena karya tulisnya masih dibaca sampai sekarang.


Penghargaan yang demikian tinggi kepada penulis berbanding lurus dengan perjuangan dan usaha mereka menghasilkan karya. Seorang penulis yang hebat tidak hanya cukup memiliki cita-cita ingin menjadi penulis, namun ia harus pula memiliki tekad dan usaha yang tanpa kenal lelah untuk terus berlatih. Tanpa pengasahan melalui latihan yang terus menerus tidak mungkin seseorang bisa menjadi penulis hebat. Sebagaimana kalimat pembuka tulisan ini, banyak orang yang ingin menjadi penulis tapi hanya beberapa gelintir saja yang sukses. Kebanyakan gagal di tengah jalan karena di awalnya mereka bersemangat namun tidak bisa menjaganya sampai titik kesuksesan terlihat.


Mencintai kegiatan menulis


Terdapat beberapa tahapan dalam proses menjadi seorang penulis hebat termasuk penulis artikel di media massa. Pertama, tahap penguatan tekad dan keinginan. Seorang penulis seringkali diserang virus malas yang dalam jangka waktu panjang merusak otot-otot semangat menulis. Dengan memperkuat tekad secara terus menerus seorang calon penulis akan mampu melewati berbagai hambatan dan ujian yang dihadapinya.


Kedua, tahap merancang dan mempersiapkan tulisan. Sebuah tulisan yang baik harus dimulai dari perencanaan dan persiapan yang matang. Bahan tulisan yang melimpah akan memudahkan penulis untuk menghasilkan karya yang bermutu bahkan menjadi sebuah mahakarya (masterpiece). Tahap ini perlu modal hobi membaca. Bacalah semua bahan bacaan dan cobalah untuk bisa memahami dan mengkaitkannya dengan diri dan lingkungan sekitar. Dalam Quantum Learning dikenal istilah AMBAK : Apa Manfaat BagiKu. Membaca disertai motivasi AMBAK akan membawa kita pada wawasan yang luas yang tak pernah habis bila kita tuliskan.


Ketiga, tahap penulisan. Sekalipun bahan tulisan telah dikumpulkan seringkali muncul kesulitan dari mana hendak memulai tulisan? Oleh karenanya terlebih dahulu buatlah outline atau mindmapping untuk memudahkan dalam membuat alur penulisan. Sebagai catatan, dalam tahap ini mulailah menulis dari mana saja. Terus menulis dan tuangkan semua gagasan yang ada dalam otak dan pikiran sampai tak tersisa. Abaikan dahulu semua teknik penulisan dan alur logikanya. Nah, bila tahap ini telah selesai baru lakukan editing tulisan dari berbagai aspeknya. Selesai mengedit simpan dan bebaskan pikiran kita dari tulisan tersebut. Esok harinya baru kita edit kembali tulisan yang telah kita buat tersebut. Perbaiki terus sampai kita merasa puas.


Keempat, tahap publikasi. Tulisan yang baik adalah tulisan yang diapresiasi dengan baik oleh orang lain. Pengiriman dan pemuatan di media massa menjadi babak penentuan keberhasilan seorang penulis. Namun perlu diingat tahap ini jangan dianggap sebagai tahap akhir penulisan. Penulis yang sejati tidak pernah merisaukan hasil karyanya dengan menunggu dan menanti-nanti pemuatannya. Sebaliknya dia merasa bangga ketika tulisannya telah selesai karena setiap karya mengandung nilai yang tinggi yang akan dikenang olehnya di masa yang akan datang. Selesai mengirimkan ke redaksi, arsipkan tulisan itu. Memang Tidak ada salahnya kita mencek pemuatan hasil karya, namun hal itu jangan dijadikan sebagai perhatian utama bahkan mempengaruhi semangat untuk terus menulis. Sebaliknya teruslah menulis dan mengirimkannya ke media.


Penulis yang baik adalah penulis yang memiliki motivasi tinggi untuk berkarya dengan membuat target tulisan setiap hari atau setiap minggu. Kesibukannya semata-mata menulis dan terus mencintai kegiatan menulis.


Bercinta dengan tulisan


Bila seseorang mencitai sesuatu maka seluruh pikiran dan perasaannya tertumpu kepada sesuatu itu. Remaja yang sedang jatuh cinta kepada seseorang akan senantiasa berpikir dan ingat kepada sang kekasihnya. Evie Tamala mengistilahkan dalam lagunya "mau makan teringat padamu, mau minum teringat padamu, mau apapun teringat padamu, ….". Tiada hari dan tiada waktu tanpa ingat padanya.


Bercinta dengan tulisan yang sifatnya abstrak tak ubahnya seperti kita mencintai sesuatu secara fisik. Seluruh perhatian, konsentrasi dan perasaan senantiasa ada dan berkaitan dengan tulisan. Tak jarang kita merasa gundah dan resah tatkala belum menuangkan isi pikiran kita dalam tulisan. Sebaliknya ketika kita selesai menulis muncul perasaan puas dan bangga karena telah berhasil melahirkan mahakarya.


Terus belajar adalah cara terbaik untuk bisa bercinta dengan tulisan. Ingatlah bahwa kegiatan menulis laksana sebuah perjalanan menggunakan perahu yang bergerak dengan cara didayung. Untuk sampai ke tujuan ia butuh waktu dan kesabaran. Rakitlah kata menjadi kalimat dan kemudian rangkai menjadi karya tulis yang bermakna.


Tulisan ini hanya sebagai motivasi awal bagi para penulis pemula yang telah menguatkan hati untuk berkelana di belantara kata-kata. Trik-trik bagaimana cara menangkap ide, memilih topik, mengorganisir topik, menyiasati judul, membuat kerangka tulisan, menyiasati awal tulisan, membangun tubuh tulisan, menyiasari akhir tulisan dan teknik mengedit tulisan akan dibahas secara mendalam pada pertemuan selanjutnya.


Terakhir saya ucapkan selamat datang di dunia menulis dan semoga anda tetap bertahan sampai cita-cita anda menjadi penulis tercapai.


 


Oleh-oleh awal dari pertemuan calon penulis mahasiswa Manajemen Dakwah UIN SGD Bandung tanggal 24 Januari 2008

«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


2 komentar
  1. Mantap ustadz...wilujeng janten motivator calon penulis. Hayu ah urang narulis.

    Terima kasih, terima kasih. Kebetulan jurusan-jurusan di Fakultas Dakwah sedang buat komunitas penulis mahasiswa, ya saya siap saja diminta jadi koordinatornya. sekalian memotivasi diri sendiri untuk terus menulis, menulis dan menulis. sampai pegel.

    BalasHapus
  2. Hayu urang sasarengan wae Kang.....

    Hayu, sim kuring atos daftar. Cing aya naon wae kegiatan nana?


    BalasHapus