Kamis, 17 Januari 2008

MENJENGUK ORANG SAKIT

Oleh : Uwes Fatoni


 


Salah satu diantara hak muslim atas muslim yang lainnya adalah menjenguk tatkala sakit. Rasulullah bersabda "Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendatangi undangan dan menjawab do'a orang yang bersin (HR. Bukhari muslim).




Menjenguk orang sakit merupakan akhlak mulia yang mempunyai efek luar biasa. Dengan menjenguknya akan terjalin hubungan kasih sayang, persaudaraan dan tali silaturahmi sekaligus mampu memadamkan api permusuhan, pertengkaran dan perselisihan.




Selain itu juga menjenguk yang sakit merupakan ibadah yang berdimensi horizontal (hablum minan nas) sekaligus berdimensi vertikal (hablum minallah). Orang yang dijenguk akan bergembira karena merasa diperhatikan ketika kondisinya sedang menderita.. Kegembiraannya di tengah penderitaan menanggung sakit juga merupakan kegembiraan Allah karena Ia berada bersama orang yang sakit. Hal ini sebagaimana digambarkan dalam sebuah hadits Qudsi.




"Rasulullah bersabda: 'pada hari kiamat Allah akan memanggil dan berfirman: 'Hai anak Adam, Aku sakit dan kau tidak menjenguk-Ku.' Anak Adam menjawab: 'Tuhanku bagaimana saya menjenguk Engkau padahal Engkau Rabbul 'alamin?' Allah berfirman: 'Apakah kau tidak tahu bahwa seorang hamb-Ku sedang sakit, dan engkau tidak menjenguknya. Apakah kau tidak mengetahui sekiranya kau menjenguknya niscaya kau akan mendapati Aku di sana." (HR. Muslim).




Rasulullah dikenal sebagai orang yang gemar menjenguk yang sakit. Bukan hanya kepada para sahabat, beliau juga seringkali menjenguk musuh-musuhnya yang selalu menyakiti dan menghalangi dakwah Islam.




Dalam sebuah riwayat dikisahkan setiap hari Rasulullah berangkat menuju Masjidil Haram untuk berdakwah. Di tengah perjalanan beliau selalu diludahi dan dilempari kotoran oleh seseorang dari suku Quraisy. Suatu hari beliau tidak lagi mengganggu. Ketika ditanyakan kemana gerangan orang yang sering mengganggunya tersebut, ternyata orang itu sedang sakit. Pada hari itu juga Rasulullah langsung menjenguknya. Dari kunjungan Rasulullah itu orang Quraisy tersebut akhirnya masuk Islam karena kagum dengan ketinggian akhlak Rasulullah.




Akhlak mulia ini kemudian diikuti oleh Salahudin al-Ayubi. Dalam catatan sejarah Salahudin dikenal sebagai pemimpin Islam yang dihormati dan disegani bukan saja oleh umat Islam namun juga oleh musuhnya dari pasukan salib. Salah seorang panglima pasukan salib, Richard "The Lion heart" suatu hari jatuh sakit. Salahudin tanpa khawatir datang menjenguk dan memberinya obat. Setelah kunjungannya itu Richard sembuh. Dengan peristiwa itu akhirnya perang salib berhenti dan Richard pun kembali ke Eropa pulang membawa pasukannya.




Demikianlah bila kita gemar menjenguk orang sakit membuktikan bahwa kita adalah umat Rasulullah yang mengikuti jejak beliau menjadi rahmat (pemberi kasih sayang) bagi semesta alam.



Uwes Fatoni, Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

1 komentar:

  1. Assalaamu 'alaikum warahmatullah
    Wah, makin mantabs saja artikel-artikelnya. Keep writing ya...

    Tulisan-tulisan ini merupakan hasil kontemplasi saya dan dikirimkan ke media massa. Jadi sekalipun tidak sampai dipublikasikan di media massa, minimal ada arsipnya di sini. terima kasih.

    BalasHapus

Oleh : Uwes Fatoni


 


Salah satu diantara hak muslim atas muslim yang lainnya adalah menjenguk tatkala sakit. Rasulullah bersabda "Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendatangi undangan dan menjawab do'a orang yang bersin (HR. Bukhari muslim).




Menjenguk orang sakit merupakan akhlak mulia yang mempunyai efek luar biasa. Dengan menjenguknya akan terjalin hubungan kasih sayang, persaudaraan dan tali silaturahmi sekaligus mampu memadamkan api permusuhan, pertengkaran dan perselisihan.




Selain itu juga menjenguk yang sakit merupakan ibadah yang berdimensi horizontal (hablum minan nas) sekaligus berdimensi vertikal (hablum minallah). Orang yang dijenguk akan bergembira karena merasa diperhatikan ketika kondisinya sedang menderita.. Kegembiraannya di tengah penderitaan menanggung sakit juga merupakan kegembiraan Allah karena Ia berada bersama orang yang sakit. Hal ini sebagaimana digambarkan dalam sebuah hadits Qudsi.




"Rasulullah bersabda: 'pada hari kiamat Allah akan memanggil dan berfirman: 'Hai anak Adam, Aku sakit dan kau tidak menjenguk-Ku.' Anak Adam menjawab: 'Tuhanku bagaimana saya menjenguk Engkau padahal Engkau Rabbul 'alamin?' Allah berfirman: 'Apakah kau tidak tahu bahwa seorang hamb-Ku sedang sakit, dan engkau tidak menjenguknya. Apakah kau tidak mengetahui sekiranya kau menjenguknya niscaya kau akan mendapati Aku di sana." (HR. Muslim).




Rasulullah dikenal sebagai orang yang gemar menjenguk yang sakit. Bukan hanya kepada para sahabat, beliau juga seringkali menjenguk musuh-musuhnya yang selalu menyakiti dan menghalangi dakwah Islam.




Dalam sebuah riwayat dikisahkan setiap hari Rasulullah berangkat menuju Masjidil Haram untuk berdakwah. Di tengah perjalanan beliau selalu diludahi dan dilempari kotoran oleh seseorang dari suku Quraisy. Suatu hari beliau tidak lagi mengganggu. Ketika ditanyakan kemana gerangan orang yang sering mengganggunya tersebut, ternyata orang itu sedang sakit. Pada hari itu juga Rasulullah langsung menjenguknya. Dari kunjungan Rasulullah itu orang Quraisy tersebut akhirnya masuk Islam karena kagum dengan ketinggian akhlak Rasulullah.




Akhlak mulia ini kemudian diikuti oleh Salahudin al-Ayubi. Dalam catatan sejarah Salahudin dikenal sebagai pemimpin Islam yang dihormati dan disegani bukan saja oleh umat Islam namun juga oleh musuhnya dari pasukan salib. Salah seorang panglima pasukan salib, Richard "The Lion heart" suatu hari jatuh sakit. Salahudin tanpa khawatir datang menjenguk dan memberinya obat. Setelah kunjungannya itu Richard sembuh. Dengan peristiwa itu akhirnya perang salib berhenti dan Richard pun kembali ke Eropa pulang membawa pasukannya.




Demikianlah bila kita gemar menjenguk orang sakit membuktikan bahwa kita adalah umat Rasulullah yang mengikuti jejak beliau menjadi rahmat (pemberi kasih sayang) bagi semesta alam.



Uwes Fatoni, Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung
«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


1 komentar
  1. Assalaamu 'alaikum warahmatullah
    Wah, makin mantabs saja artikel-artikelnya. Keep writing ya...

    Tulisan-tulisan ini merupakan hasil kontemplasi saya dan dikirimkan ke media massa. Jadi sekalipun tidak sampai dipublikasikan di media massa, minimal ada arsipnya di sini. terima kasih.

    BalasHapus