Kamis, 14 Februari 2008

MENUJU KASIH SAYANG SEJATI

Oleh : Uwes Fatoni


Islam adalah agama kasih sayang. Allah dan Rasul-Nya telah memberikan contoh yang indah untuk kita ikuti. Allah memiliki nama-nama yang indah (Asma' al-Husna), salah satu diantaranya adalah sifat pengasih dan penyayang. ''Katakanlah, 'Kepunyaan siapakah yang ada di langit dan di bumi' Katakanlah, 'Kepunyaan Allah.' Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang (QS. al An'aam ayat 12).


Bentuk kasih sayang Allah kepada manusia berbentuk nikmat yang melimpah, mulai dari nikmat sehat, nikmat pintar, nikmat rizki sampai nikmat bersosial. Semua nikmat itu merupakan wujud kasih sayang Allah yang tak ternilai dan tak terhitung.


Demikian pula Rasulullah memiliki sifat kasih sayang. Misi utama beliau di utus ke alam dunia adalah sebagai penyebar kasih sayang (rahmat). ''Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.'' (Al-Anbiya: 107). ''Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.'' (QS 9: 128).


Kasih sayang Allah dan Rasul-Nya tersebut selayaknya kita teladani dan ikuti dalam kehidupan sehari-hari. Paling tidak ada empat kondisi dan kelompok dimana kasih sayang perlu diungkapkan.


Pertama, kasih sayang dalam kehidupan berkeluarga, seperti antara orang tua dan anak dan antara suami serta isteri. Kedua, Kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat, Ketiga, kasih sayang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan keempat, kasih sayang kepada alam sekitar dan seluruh makhluk Tuhan baik yang hidup (biotik) maupun yang mati (abiotik).


Keempat bentuk kasih sayang di atas tentu saja tidak cukup sekedar diungkapkan di lisan. Dibutuhkan pembuktian sebagai bentuk kesungguhan akan kasih sayang tersebut. Ia perlu dibuktikan dengan perhatian, kepedulian, dan pengorbanan. Kasih sayang sejati akan terlihat dari perhatian yang tulus dan kepedulian atas setiap masalah yang dihadapi bahkan kalau perlu mengorbankan waktu, tenaga, harta dan jiwa. Bila kita memberikan kasih sayang bukan hanya orang tersebut yang akan memberikan balasan, Namun Allah pun akan membalas dengan kasih sayang yang serupa. Rasulullah bersabda "Siapa yang tidak memberikan kasih sayang tidak akan mendapat kasih sayang Allah" (HR Bukhari Muslim)


Demikianlah bentuk kasih sayang sejati. Sebagai muslim sepantasnya kita berusaha mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Mengikuti teladan Rasulullah, sudah seharusnya kehadiran kita di tengah-tengah keluarga, masyarakat dan alam semesta ini benar-benar dirasakan sebagai rahmat, penyebar kasih sayang. Wallahu a'lam

1 komentar:

  1. Pahala apa yg didapatkan oleh orang2 yg mau berbagi ilmu (yg bermanfaat) kepada orang lain?

    BalasHapus

Oleh : Uwes Fatoni


Islam adalah agama kasih sayang. Allah dan Rasul-Nya telah memberikan contoh yang indah untuk kita ikuti. Allah memiliki nama-nama yang indah (Asma' al-Husna), salah satu diantaranya adalah sifat pengasih dan penyayang. ''Katakanlah, 'Kepunyaan siapakah yang ada di langit dan di bumi' Katakanlah, 'Kepunyaan Allah.' Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang (QS. al An'aam ayat 12).


Bentuk kasih sayang Allah kepada manusia berbentuk nikmat yang melimpah, mulai dari nikmat sehat, nikmat pintar, nikmat rizki sampai nikmat bersosial. Semua nikmat itu merupakan wujud kasih sayang Allah yang tak ternilai dan tak terhitung.


Demikian pula Rasulullah memiliki sifat kasih sayang. Misi utama beliau di utus ke alam dunia adalah sebagai penyebar kasih sayang (rahmat). ''Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.'' (Al-Anbiya: 107). ''Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.'' (QS 9: 128).


Kasih sayang Allah dan Rasul-Nya tersebut selayaknya kita teladani dan ikuti dalam kehidupan sehari-hari. Paling tidak ada empat kondisi dan kelompok dimana kasih sayang perlu diungkapkan.


Pertama, kasih sayang dalam kehidupan berkeluarga, seperti antara orang tua dan anak dan antara suami serta isteri. Kedua, Kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat, Ketiga, kasih sayang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan keempat, kasih sayang kepada alam sekitar dan seluruh makhluk Tuhan baik yang hidup (biotik) maupun yang mati (abiotik).


Keempat bentuk kasih sayang di atas tentu saja tidak cukup sekedar diungkapkan di lisan. Dibutuhkan pembuktian sebagai bentuk kesungguhan akan kasih sayang tersebut. Ia perlu dibuktikan dengan perhatian, kepedulian, dan pengorbanan. Kasih sayang sejati akan terlihat dari perhatian yang tulus dan kepedulian atas setiap masalah yang dihadapi bahkan kalau perlu mengorbankan waktu, tenaga, harta dan jiwa. Bila kita memberikan kasih sayang bukan hanya orang tersebut yang akan memberikan balasan, Namun Allah pun akan membalas dengan kasih sayang yang serupa. Rasulullah bersabda "Siapa yang tidak memberikan kasih sayang tidak akan mendapat kasih sayang Allah" (HR Bukhari Muslim)


Demikianlah bentuk kasih sayang sejati. Sebagai muslim sepantasnya kita berusaha mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Mengikuti teladan Rasulullah, sudah seharusnya kehadiran kita di tengah-tengah keluarga, masyarakat dan alam semesta ini benar-benar dirasakan sebagai rahmat, penyebar kasih sayang. Wallahu a'lam

«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


1 komentar
  1. Pahala apa yg didapatkan oleh orang2 yg mau berbagi ilmu (yg bermanfaat) kepada orang lain?

    BalasHapus