Minggu, 14 September 2008

Ulang Tahun Alquran

Oleh: Uwes Fatoni, M.Ag



Setiap tanggal 17 Ramadhan kita senantiasa memperingati hari ulang tahun Alquran yang dikenal dengan nuzulul Quran atau hari diturunkannya Alquran. Peringatan nuzulul Quran ini didasarkan pada firman Allah : “Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Alquran…” (QS. al-Baqarah [2] : 185)


Ulang tahun Alquran tentu perlu disambut dengan gembira. Peringatannya bukan saja melalui kegiatan seremonial atau tabligh akbar, namun juga dengan terus mendekatkan Alquran pada diri kita sehingga ia menjadi spirit dalam kehidupan.


Di bulan suci ini ketika setiap ibadah diganjar berlipat-lipat ganda dibandingkan bulan-bulan yang lain, sudah sepantasnya Alquran menjadi spirit ibadah. Spirit utama dan pertama Alquran adalah amalan membaca (iqra) Alquran. Kita menjadikannya sebagai hudan, petunjuk dan pedoman dalam keseharian. Tatkala Alquran telah menjadi pedoman kehidupan akan lahir Alquran yang berjalan.


Rasulullah merupakan orang yang pertama menjadi Alquran yang berjalan. Siti Aisyah pernah ditanya “Bagaimanakah sebenarnya akhlak Rasulullah?” Ia menjawab “Akhlak Rasulullah itu adalah Alquran”. Ini menjadi cerminan bahwa rasul telah mewujudkan Alquran yang berjalan dalam dirinya melalui ucap, sikap dan perilaku sehari-hari.


Kita sebagai umatnya tentu saja perlu mengikuti contoh Rasul tersebut dengan menjadikan setiap diri kita Alquran-Alquran yang berjalan. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengimani, mempelajari, menghapal, mengajarkan, dan mengamalkan Alquran. Dengan cara-cara tersebut akan lahir dalam diri kita akhlak-akhlak yang terpuji selaras dengan sabda Rasul “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).


Dalam rangka memperingati ulang tahun Alquran sekaligus mengisi bulan suci Ramadhan sepantasnya kita terus menjaga amalan membaca Alquran ini sehingga ajaran-ajarannya menjadi pedoman dalam perilaku dan kehidupan kita sehari-hari. Amin


Wallahu a’lam

3 komentar:

  1. Al-Quran tidak bisa dipisahkan dengan bulan suci Ramadhan dimana datang bulan suci Ramadhan disitu pasti banyak orang-orang yang berbondong-bondong ingin mengkhatamkannya, minimal satu kali khataman (he..he..) yah ibarat dua sisi mata uang bila kita ibaratkan al-Quran dan bulan suci Ramadhan.
    Tapi untuk menjadikan al-Quran sebagai al-Qur'an berjalan menurut saya masih sangat sulit apalagi melihat kondisi umat Islam diIndonesia pada saat ini, sering terjadinya kerusuhan, pembunuhan, perjudian, perjinahan, dan pengkorupsian masal yang terang-terangan telah sangat merugikan bangsa Indonesia baik materi maupun nonmateri, sederet kejadian-kejadian diatas jelas sangat memilukan sekaligus memalukan kita umat Islam, karena 90% pelakunya manyoritas umat Islam (saleresnamah teu wasa nyebatna) tapi apakah hal tersebut bisa dikatakan akhlak al-Quran seperti yang dicontohkan nabi? apakah hal tersebut telah mencerminkan sebagai al-Quran berjalan?
    Mudah-mudahan dengan adanya bulan suci Ramadhan kali ini dapat menyadarkan kita semua, dapat mengamalkan walaupun sedikit dari kandungan al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, tanggal 17 Ramadhan dapat dijadikan renungan, bila kita plesbeck kemasa dulu jangankan Rasulallah bisa mengamalkan al-Quran, membacanya juga beliau tak mampu, tapi karena beliau ingin menjayakan uamt Islam akhirnya beliau mampu samapi ke pengamalannya dan menjadikan al-Qur'an sebagai al-Qur'an berjalan. Akhlak beliau menakjubkan, beliau tercatat sebagai orang nomber one didunia sebagai orang yang paling berpengaruh sepanjang peradaban.

    BalasHapus
  2. N. Yeti Nurhayati16 Oktober 2008 01.57

    Seorang yahudi keturunan inggris pasca perang dunia berpidato di hadapan beribu-ribu manusia, ia mengatakan “kalau seandainya kita ingin menghancurkan musuh kita yaitu umat Islam, maka yang harus kita lakukan adalah menjauhkan mereka dari ini (sambil tangannya menunjukkan kepada sebuah kitab yakni al-qur’an)”.

    Dari pernyataan seorang yahudi tersebut jelas menunjukkan kepada kita semua bahwa begitu mengetahuinya orang yahudi akan kekuatan umat Islam yakni al-qur’an. menjauhkan umat Islam dari al-qur’an dipandangnya sebagai senjata paling ampuh untuk menghancurkan kaum muslimin. Pertanyaannya sekarang betulkah demikian?? Ketika kita memperhatikan kondisi kaum muslimin sekarang di seluruh pelosok negeri khususnya negeri yang kita cintai Indonesia, sungguh memprihatinkan! tengong saja beribu-ribu kaum muslimin dibantai di ambon, malukudana banyak lagi. tidak hanya sekedar itu negeri yang kita cintai ini yang katanya negeri yang mayoritas penduduknya Islam, namun sungguh disayangkan aturan-aturan yang digunakannya dalam kehidupannya jauh dari nila-nilai keislaman. pakaian yang tak lagi mempertimbangkan menutup aurat atau tidak, makanan yang dimakan tak jelas halal haramnya, berzina, membunuh, merampok, korupsi, tawuran, menipu, saling memfitnah dsb. demikian juga dengan aturan pemerintah ini yang tak lagi sudi menerapkan aturan-aturan Islam, aturan Islam dinilainya pundanmentlis, dan radikal sehingga dipilihnyalah menetapkan aturan-aturan yang jauh dari Islam, sekuler-kapitalis, liberalis, sehingga wajar indonesia tidak berkah kekayaannya, negeri yang kaya namun ironis banyak orang kelaparan. tidak cukup sampai disiti saja, semua bidang kehidupan mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, huku, pendidikan, kesehatan dsb negeri ini mengalami kemerosotan, yang pada akhirnya Indonesia menjadi terpuruk, ini tak lain disebabkan aturan yang digunkannya adalah aturan yang tigak baik, yakni aturan yang bukan syariat Islam

    Saya kira, gambaran kondisi indonesia dan umat Islam di atas walaupun hanya sekilas, namun ini cukup menunjukan kepada kita semua bahwa apa yang diungkapkan seorang yahudi tadi benarlah adanya, umat islam akan hancur jika jauh dari al-quran. sehingga sekarang yang harus kita lakukan adalah berrusaha untuk mengamalkan apa yang ada di dalam al-Quran dalam kehidupan, baik dalam masalah urusan pribadi, maupun urusan negara (poleksosbudhankam).

    Huwallahu a’lam bishawab

    BalasHapus
  3. Adhitya Riestyan/KPI A21 Oktober 2008 02.51

    Perayaan ulang tahun al-Quran bukanlah hari di mana kita hanya mengingat proses turunnya al-Quran. Melainkan mengingatkan kepada kita umat manusia tentang makna dari setiap pesan Allah dalam setiap ayat. Karena al-Quran merupakan pedoman hidup bagi seluruh manusia baik mengimaninya maupun mereka yang menolak kebenarannya.

    Al-Quran merupakan kitab yang dapt menyesuaikan dengan zaman. Karena seluruh aktivitas manusia telah diatur di dalam al-Qur'an.

    Oleh karena itu marilah kita bersama mengkaji, memahami dan mengaplikasikan setiap ayat al-Quran, bukan hanya sekedar membacanya dengan lisan tapi dengan hati.

    BalasHapus

Oleh: Uwes Fatoni, M.Ag



Setiap tanggal 17 Ramadhan kita senantiasa memperingati hari ulang tahun Alquran yang dikenal dengan nuzulul Quran atau hari diturunkannya Alquran. Peringatan nuzulul Quran ini didasarkan pada firman Allah : “Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Alquran…” (QS. al-Baqarah [2] : 185)


Ulang tahun Alquran tentu perlu disambut dengan gembira. Peringatannya bukan saja melalui kegiatan seremonial atau tabligh akbar, namun juga dengan terus mendekatkan Alquran pada diri kita sehingga ia menjadi spirit dalam kehidupan.


Di bulan suci ini ketika setiap ibadah diganjar berlipat-lipat ganda dibandingkan bulan-bulan yang lain, sudah sepantasnya Alquran menjadi spirit ibadah. Spirit utama dan pertama Alquran adalah amalan membaca (iqra) Alquran. Kita menjadikannya sebagai hudan, petunjuk dan pedoman dalam keseharian. Tatkala Alquran telah menjadi pedoman kehidupan akan lahir Alquran yang berjalan.


Rasulullah merupakan orang yang pertama menjadi Alquran yang berjalan. Siti Aisyah pernah ditanya “Bagaimanakah sebenarnya akhlak Rasulullah?” Ia menjawab “Akhlak Rasulullah itu adalah Alquran”. Ini menjadi cerminan bahwa rasul telah mewujudkan Alquran yang berjalan dalam dirinya melalui ucap, sikap dan perilaku sehari-hari.


Kita sebagai umatnya tentu saja perlu mengikuti contoh Rasul tersebut dengan menjadikan setiap diri kita Alquran-Alquran yang berjalan. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengimani, mempelajari, menghapal, mengajarkan, dan mengamalkan Alquran. Dengan cara-cara tersebut akan lahir dalam diri kita akhlak-akhlak yang terpuji selaras dengan sabda Rasul “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).


Dalam rangka memperingati ulang tahun Alquran sekaligus mengisi bulan suci Ramadhan sepantasnya kita terus menjaga amalan membaca Alquran ini sehingga ajaran-ajarannya menjadi pedoman dalam perilaku dan kehidupan kita sehari-hari. Amin


Wallahu a’lam

«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


3 komentar
  1. Al-Quran tidak bisa dipisahkan dengan bulan suci Ramadhan dimana datang bulan suci Ramadhan disitu pasti banyak orang-orang yang berbondong-bondong ingin mengkhatamkannya, minimal satu kali khataman (he..he..) yah ibarat dua sisi mata uang bila kita ibaratkan al-Quran dan bulan suci Ramadhan.
    Tapi untuk menjadikan al-Quran sebagai al-Qur'an berjalan menurut saya masih sangat sulit apalagi melihat kondisi umat Islam diIndonesia pada saat ini, sering terjadinya kerusuhan, pembunuhan, perjudian, perjinahan, dan pengkorupsian masal yang terang-terangan telah sangat merugikan bangsa Indonesia baik materi maupun nonmateri, sederet kejadian-kejadian diatas jelas sangat memilukan sekaligus memalukan kita umat Islam, karena 90% pelakunya manyoritas umat Islam (saleresnamah teu wasa nyebatna) tapi apakah hal tersebut bisa dikatakan akhlak al-Quran seperti yang dicontohkan nabi? apakah hal tersebut telah mencerminkan sebagai al-Quran berjalan?
    Mudah-mudahan dengan adanya bulan suci Ramadhan kali ini dapat menyadarkan kita semua, dapat mengamalkan walaupun sedikit dari kandungan al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, tanggal 17 Ramadhan dapat dijadikan renungan, bila kita plesbeck kemasa dulu jangankan Rasulallah bisa mengamalkan al-Quran, membacanya juga beliau tak mampu, tapi karena beliau ingin menjayakan uamt Islam akhirnya beliau mampu samapi ke pengamalannya dan menjadikan al-Qur'an sebagai al-Qur'an berjalan. Akhlak beliau menakjubkan, beliau tercatat sebagai orang nomber one didunia sebagai orang yang paling berpengaruh sepanjang peradaban.

    BalasHapus
  2. N. Yeti Nurhayati16 Oktober 2008 01.57

    Seorang yahudi keturunan inggris pasca perang dunia berpidato di hadapan beribu-ribu manusia, ia mengatakan “kalau seandainya kita ingin menghancurkan musuh kita yaitu umat Islam, maka yang harus kita lakukan adalah menjauhkan mereka dari ini (sambil tangannya menunjukkan kepada sebuah kitab yakni al-qur’an)”.

    Dari pernyataan seorang yahudi tersebut jelas menunjukkan kepada kita semua bahwa begitu mengetahuinya orang yahudi akan kekuatan umat Islam yakni al-qur’an. menjauhkan umat Islam dari al-qur’an dipandangnya sebagai senjata paling ampuh untuk menghancurkan kaum muslimin. Pertanyaannya sekarang betulkah demikian?? Ketika kita memperhatikan kondisi kaum muslimin sekarang di seluruh pelosok negeri khususnya negeri yang kita cintai Indonesia, sungguh memprihatinkan! tengong saja beribu-ribu kaum muslimin dibantai di ambon, malukudana banyak lagi. tidak hanya sekedar itu negeri yang kita cintai ini yang katanya negeri yang mayoritas penduduknya Islam, namun sungguh disayangkan aturan-aturan yang digunakannya dalam kehidupannya jauh dari nila-nilai keislaman. pakaian yang tak lagi mempertimbangkan menutup aurat atau tidak, makanan yang dimakan tak jelas halal haramnya, berzina, membunuh, merampok, korupsi, tawuran, menipu, saling memfitnah dsb. demikian juga dengan aturan pemerintah ini yang tak lagi sudi menerapkan aturan-aturan Islam, aturan Islam dinilainya pundanmentlis, dan radikal sehingga dipilihnyalah menetapkan aturan-aturan yang jauh dari Islam, sekuler-kapitalis, liberalis, sehingga wajar indonesia tidak berkah kekayaannya, negeri yang kaya namun ironis banyak orang kelaparan. tidak cukup sampai disiti saja, semua bidang kehidupan mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, huku, pendidikan, kesehatan dsb negeri ini mengalami kemerosotan, yang pada akhirnya Indonesia menjadi terpuruk, ini tak lain disebabkan aturan yang digunkannya adalah aturan yang tigak baik, yakni aturan yang bukan syariat Islam

    Saya kira, gambaran kondisi indonesia dan umat Islam di atas walaupun hanya sekilas, namun ini cukup menunjukan kepada kita semua bahwa apa yang diungkapkan seorang yahudi tadi benarlah adanya, umat islam akan hancur jika jauh dari al-quran. sehingga sekarang yang harus kita lakukan adalah berrusaha untuk mengamalkan apa yang ada di dalam al-Quran dalam kehidupan, baik dalam masalah urusan pribadi, maupun urusan negara (poleksosbudhankam).

    Huwallahu a’lam bishawab

    BalasHapus
  3. Adhitya Riestyan/KPI A21 Oktober 2008 02.51

    Perayaan ulang tahun al-Quran bukanlah hari di mana kita hanya mengingat proses turunnya al-Quran. Melainkan mengingatkan kepada kita umat manusia tentang makna dari setiap pesan Allah dalam setiap ayat. Karena al-Quran merupakan pedoman hidup bagi seluruh manusia baik mengimaninya maupun mereka yang menolak kebenarannya.

    Al-Quran merupakan kitab yang dapt menyesuaikan dengan zaman. Karena seluruh aktivitas manusia telah diatur di dalam al-Qur'an.

    Oleh karena itu marilah kita bersama mengkaji, memahami dan mengaplikasikan setiap ayat al-Quran, bukan hanya sekedar membacanya dengan lisan tapi dengan hati.

    BalasHapus