Senin, 13 Oktober 2008

HIDUP SEIMBANG

Ramadhan telah berlalu, hari kemenangan telah lewat dan saatnya bagi kita untuk kembali beraktivitas, menjalani kehidupan. kehidupan yang seimbang bermodalkan keimanan yang kuat dan etos kerja yang meningkat.


Alquran menyatakan bahwa keimanan dan etos kerja merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Setiap ayat Al-Quran yang menyebutkan kata aamanu banyak yang diikuti dengan kata wa ’amil assh-shalihat. Dalam pandangan Abu al-A’la al-Maududi amal soleh di sini artinya setiap pekerjaan dan usaha yang diniatkan untuk mencari keridhaan Allah. Jadi, setiap pekerjaan akan dinilai ibadah dan termasuk amal soleh bila niatnya semata karena Allah Swt.


Islam mengajarkan bahwa hidup harus seimbang. Selain mengejar kehidupan dunia kita juga dituntut untuk tidak melupakan akhirat. Rasulullah bersabda ”Bukan yang terbaik diantara kamu yang meninggalkan kehidupan dunia untuk mengejar kehidupan akhirat, dan bukan pula yang meninggalkan kehidupan akhirat untuk mengejar kehidupan dunia. Yang terbaik adalah yang mampu menggabungkan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah jalan untuk sampainya ke kehidupan akhirat” (HR Ibnu Asakir dari Anas)


Dalam hadits lain Rasulullah mengibaratkan watak mukmin itu bila malam menjelang bagaikan rahib, rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Dan tatkala siang datang bagaikan serigala, bersemangat, memiliki etos kerja tinggi dan berusaha sekuat tenaga untuk berkarya dan berusaha.


Allah memerintahkan kepada kita untuk untuk tidak berpangku tangan, namun sebaliknya, semangat dalam bekerja. Setiap pekerjaan kita senantiasa disaksikan, bukan hanya oleh Allah dan diri kita, tapi juga oleh Rasulullah dan orang-orang yang beriman.


”Dan katakanlah: ’Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui apa yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. At-Taubah: 105)


Semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mengisi hari-hari setelah Ramadhan ini dengan menyeimbangkan hidup yaitu dengan beribadah dan bekerja. Amin.

3 komentar:

  1. Bismillahirrahmaanirrahiim..

    Taqabalallahu minna waminkum...do'a ini senantiasa diucapkan umat muslim yang telah melaksanakan puasanya di bulan Ramadhan...semoga menerima ibadah kita semua di bulan Ramadhan..amin..

    Suka dan duka bercampur padu dikala harus berpisah dengan bulan yang penuh rahmat ini...tapi perjuangan kita tidak berakhir sampai disini..datangnya hari raya harus kita sambut dengan semangat yang baru...jangan biarkan amalan yang sudah kita pupuk di bulan Ramadhan luntur dengan amalan buruk kita setelahnya...hidupkan bulan-bulan lainnya dengan semangat di bulan Ramadhan..

    Tawazun....hidup seimbang...sebagai seorang manusia yang beriman kepada Allah swt. kita dituntut untuk hidup seimbang, dalam hal apa?yaitu dalam hal bekal dunia dan akhirat. Hal ini merupakan kunci hidup seorang muslim. Manusia diciptakan oleh Allah tiada lain untuk beribadah. bentuk usaha yang dilakukan untuk memenuhi hak-hak dalam hidup adalah bentuk penghambaan seorang manusia kepada Tuhannya. usaha kita dalam bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup...dan bila kita barengi dengan rasa keikhlasan dan memilih pekerjaan yang diridhoi Allah, hal ini merupakan ibadah..usaha kita dalam menuntut ilmu adalah untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai penerang jalan hidup agar kita terhindar dari kebodohan..dan bila dibarengi dengan kesabaran dan mengharapkan ridhonya adalah ibadah...setiap hal yang kita kerjakan di dunia ini kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan di dunia dan sebagai kebaikan yang kita kumpulkan untuk diakhirat..inilah bukti tawazun...dunia kita jadikan jalan meuju akhirat yang diisi dengan hal-hal yang membuahkan keridhoan-Nya.wallohu'alam bishowab

    BalasHapus
  2. Seimbang, satu kata yang seharusnya selalu mendampingi kata hidup seperti yang telah disebutkan pada artikel di atas. Karena Allah Swt. telah memberikan potensi luar biasa bagi manusia yang harus digunakan secara seimbang sebagai bentuk rasa syukur kita sebagai hamba Allah. Adapun potensi manusia terdiri dari tiga potensi yaitu: ruh, akal dan jasad. Jangan sampai kita pintar, sholeh tapi sakit-sakitan atau sehat, sholeh tapi bodoh. Ketiga potensi ini harus seimbang, jadi pintar, sehat dan sholeh. Jadi, menurut saya hidup seimbang itu berkaitan dengan potensi manusia.

    BalasHapus
  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Psikologi. Perkembangan psikologi manusia sekarang ini harus sangat diperhatikan agar mereka tidak berkembang dengan mental yang salah. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai psikologi yang dapat dilihat di www.ejournal.gunadarma.ac.id

    BalasHapus

Ramadhan telah berlalu, hari kemenangan telah lewat dan saatnya bagi kita untuk kembali beraktivitas, menjalani kehidupan. kehidupan yang seimbang bermodalkan keimanan yang kuat dan etos kerja yang meningkat.


Alquran menyatakan bahwa keimanan dan etos kerja merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Setiap ayat Al-Quran yang menyebutkan kata aamanu banyak yang diikuti dengan kata wa ’amil assh-shalihat. Dalam pandangan Abu al-A’la al-Maududi amal soleh di sini artinya setiap pekerjaan dan usaha yang diniatkan untuk mencari keridhaan Allah. Jadi, setiap pekerjaan akan dinilai ibadah dan termasuk amal soleh bila niatnya semata karena Allah Swt.


Islam mengajarkan bahwa hidup harus seimbang. Selain mengejar kehidupan dunia kita juga dituntut untuk tidak melupakan akhirat. Rasulullah bersabda ”Bukan yang terbaik diantara kamu yang meninggalkan kehidupan dunia untuk mengejar kehidupan akhirat, dan bukan pula yang meninggalkan kehidupan akhirat untuk mengejar kehidupan dunia. Yang terbaik adalah yang mampu menggabungkan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah jalan untuk sampainya ke kehidupan akhirat” (HR Ibnu Asakir dari Anas)


Dalam hadits lain Rasulullah mengibaratkan watak mukmin itu bila malam menjelang bagaikan rahib, rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Dan tatkala siang datang bagaikan serigala, bersemangat, memiliki etos kerja tinggi dan berusaha sekuat tenaga untuk berkarya dan berusaha.


Allah memerintahkan kepada kita untuk untuk tidak berpangku tangan, namun sebaliknya, semangat dalam bekerja. Setiap pekerjaan kita senantiasa disaksikan, bukan hanya oleh Allah dan diri kita, tapi juga oleh Rasulullah dan orang-orang yang beriman.


”Dan katakanlah: ’Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui apa yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. At-Taubah: 105)


Semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mengisi hari-hari setelah Ramadhan ini dengan menyeimbangkan hidup yaitu dengan beribadah dan bekerja. Amin.

«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


3 komentar
  1. Bismillahirrahmaanirrahiim..

    Taqabalallahu minna waminkum...do'a ini senantiasa diucapkan umat muslim yang telah melaksanakan puasanya di bulan Ramadhan...semoga menerima ibadah kita semua di bulan Ramadhan..amin..

    Suka dan duka bercampur padu dikala harus berpisah dengan bulan yang penuh rahmat ini...tapi perjuangan kita tidak berakhir sampai disini..datangnya hari raya harus kita sambut dengan semangat yang baru...jangan biarkan amalan yang sudah kita pupuk di bulan Ramadhan luntur dengan amalan buruk kita setelahnya...hidupkan bulan-bulan lainnya dengan semangat di bulan Ramadhan..

    Tawazun....hidup seimbang...sebagai seorang manusia yang beriman kepada Allah swt. kita dituntut untuk hidup seimbang, dalam hal apa?yaitu dalam hal bekal dunia dan akhirat. Hal ini merupakan kunci hidup seorang muslim. Manusia diciptakan oleh Allah tiada lain untuk beribadah. bentuk usaha yang dilakukan untuk memenuhi hak-hak dalam hidup adalah bentuk penghambaan seorang manusia kepada Tuhannya. usaha kita dalam bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup...dan bila kita barengi dengan rasa keikhlasan dan memilih pekerjaan yang diridhoi Allah, hal ini merupakan ibadah..usaha kita dalam menuntut ilmu adalah untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai penerang jalan hidup agar kita terhindar dari kebodohan..dan bila dibarengi dengan kesabaran dan mengharapkan ridhonya adalah ibadah...setiap hal yang kita kerjakan di dunia ini kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan di dunia dan sebagai kebaikan yang kita kumpulkan untuk diakhirat..inilah bukti tawazun...dunia kita jadikan jalan meuju akhirat yang diisi dengan hal-hal yang membuahkan keridhoan-Nya.wallohu'alam bishowab

    BalasHapus
  2. Seimbang, satu kata yang seharusnya selalu mendampingi kata hidup seperti yang telah disebutkan pada artikel di atas. Karena Allah Swt. telah memberikan potensi luar biasa bagi manusia yang harus digunakan secara seimbang sebagai bentuk rasa syukur kita sebagai hamba Allah. Adapun potensi manusia terdiri dari tiga potensi yaitu: ruh, akal dan jasad. Jangan sampai kita pintar, sholeh tapi sakit-sakitan atau sehat, sholeh tapi bodoh. Ketiga potensi ini harus seimbang, jadi pintar, sehat dan sholeh. Jadi, menurut saya hidup seimbang itu berkaitan dengan potensi manusia.

    BalasHapus
  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Psikologi. Perkembangan psikologi manusia sekarang ini harus sangat diperhatikan agar mereka tidak berkembang dengan mental yang salah. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai psikologi yang dapat dilihat di www.ejournal.gunadarma.ac.id

    BalasHapus