Jumat, 19 April 2013

Suka Duka Jadi Pengawas UN (1)

13663018441057294388

Pengalaman Pengawas UN Tingkat Satuan Pendidikan Kejar Paket C di Kota Bandung

Alhamdulilah, baru saja tadi sore saya menyelesaikan amanah dari Panitia UN tingkat SMA/MA/SMK menjadi pengawas tingkat satuan atau yang dulu dikenal sebagai pengawas independen dari Perguruan Tinggi. Hanya 18 dosen UIN SGD Bandung yang disetujui menjadi pengawas UN tahun ini. Pengawas satuan pendidikan ini dibagi menjadi 3 kelompok : pengawas SMA, SMK dan Kejar Paket C. Saya sendiri ditugasi menjadi  pengawas UN Paket C. Suka duka yang saya alami 4 hari kemarin ingin saya bagi dengan pembaca.

Bila nanti saya ungkapkan kebobrokan manajemen UN, bukan maksud saya membuka aib atau rahasia panitia. Tapi, semata-mata karena kecintaan saya pada pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan yang sudah susah payah menyiapkan UN tapi masih jauh dari kata ideal. Dua tahun yang lalu (2012) saya pernah menjadi pengawas UN SMA. Dengan membandingkan dua pengalaman ini saya bisa mengetahui  perbedaan persiapan, pelaksanaan dan pengawasan UN.

Lima hari sebelum pelaksanaan UN terlebih dahulu diadakan sosialisasi oleh panitia tingkat kota Bandung di Aula Unpas Setiabudi pada hari Rabu (10/4). Butuh waktu 1,5 jam dari kampus Cibiru yang berada di Bandung Timur untuk menuju lokasi sosialisasi yang berada di Bandung Utara. Maklum Bandung siang hari macet, cet, cet. di jadwal diagendakan sosialisasi mulai pukul 13.00, namun ternyata ngaret 1 jam.

Dalam pemaparannya Ketua Panitia UN Kota Bandung, Aziz Lukman, yang juga PD III FKIP Unpas menyatakan bahwa UN tahun ini berbeda. Tugas pengawas tingkat satuan lebih berat. Pengawas bertanggung jawab terhadap naskah dan LJUN mulai dari pengambilan sampai penyerahan kembali ke Subrayon (pengalaman ini akan diceritakan dalam tulisan nanti tentang pengawas). Di akhir acara saya menerima surat tugas sebagai pengawas Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C  tanggal 14-18 April 2013 atau selama 5 hari. Belakangan baru diketahui ternyata surat tugas tersebut salah karena tidak singkron dengan honor yang akan diterima pengawas. Hal ini jelas membuat kecewa 9 orang pengawas UN paket C termasuk saya. (Ini akan saya ceritakan nanti di bagian tentang honor).

Hari minggu (14/4), ketika saya melihat tayangan press conference Mendikbud M. Nuh di TV yang mengumumkan penundaan UN, saya sempat kaget sekaligus khawatir. Jangan-jangan kota Bandung juga mengalami hal yang sama. Setelah disimak ternyata hanya 11 provinsi di Indonesia tengah dan Sumatra Utara yang ditunda. Jawa barat, khususnya Kota Bandung tetap on schedule. Hari senin (15/4) saya memantapkan diri untuk konsentrasi mensukseskan UN. Saya sudah kontak mahasiswa jurusan KPI dan BPI yang jadwal kuliahnya bersama saya agar memindahkan jadwal kuliah menjadi pagi hari. Karena UN paket C yang saya awasi diadakan siang hari.

Ujian Nasional paket C bersamaan dengan UN SMA/SMK memang baru tahun sekarang dilaksanakan. Sebelumnya Ujian paket C diadakan setelah Ujian SMA/MA/SMK selesai. UN paket C ini dikhususkan untuk siswa putus sekolah (bahkan ada yang sudah usia lanjut) yang ingin mendapatkan ijazah SMA dengan mengikuti pelajaran di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Di kota Bandung terdapat 70 PKBM (dari total 90 PKBM yang tercatat Dinas Pendidikan) yang siswa ajarnya ikut dalam kegiatan UN tahun ini.

Siswa PKBM jelas berbeda dengan siswa SMA yang memiliki banyak waktu untuk belajar. Siswa PKBM mempersiapkan dan mengikuti UN di sisa-sisa waktunya bekerja. Bahkan, banyak diantara mereka untuk pergi ke lokasi UN saja harus sembunyi-sembunyi atau bolos kerja karena pimpinan tempatnya bekerja tidak menyetujui mereka ikut UN. Semangat yang luar biasa putra bangsa yang ingin meningkatkan taraf hidupnya melalui pendidikan.

di Kota Bandung lokasi UN paket C dilaksanakan di ruangan kelas yang berada di lingkungan SD dan SMP. Ruang kelas SMA/SMK jelas sudah habis terpakai untuk UN SMA/SMK. Untuk subrayonnya terletak di SMK Ma’arif jalan Galunggung. Saya sendiri mendapat tugas mengawas di SMPN 13 jalan Mutiara dekat Pasar buku Palasari. Jarak antara lokasi subrayon dengan sekolah sekitar 5 menit naik kendaraan mobil/motor.

1366301658875170122

Lokasi Subrayon di SMK Ma’arif

13663015141160351756

SMPN13 Lokasi Saya Mengawas UN Kejar Paket C

UN paket C secara umum peraturannya memang tidak berbeda dengan UN SMA/MA/SMK. Yang berbeda waktu dan materi ujian atau mata pelajaran yang diujikan. Waktu UN dilaksanakan siang hari (13.30-18.00). Kelihatannya ini untuk mengakomodir peserta agar bisa tetap bekerja pada pagi hari. Sedangkan materi ujian UN Paket C ternyata lebih banyak. UN SMA/SMK hanya 6 mata pelajaran yang diujikan: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah Fisika,  Kimia dan Biologi untuk Program IPA atau Ekonomi, sosiologi dan Geografi untuk program IPS. Sedangkan UN Paket C ditambah satu yaitu PendidikanKewarganegaraa. sehingga total mereka harus menyelesaikan ujian 7 mata pelajaran.

Keunikan Ujian Nasional tahun ini terletak pada kode soal yang disediakan. Bila tahun sebelumnya hanya ada 5 kode soal yang berbeda, tahun 2013 kode soal yang berbeda meningkat menjadi 20. Dengan kata lain, setiap peserta yang berada dalam satu ruangan mendapatkan soal yang berbeda, karena 1 ruangan maksimal diisi oleh 20 peserta. hal ini memunculkan banyak permasalahan (masalah soal dan kode soal ini akan saya ungkapkan dalam tulisan berikutnya).

1366301951915633345

Rahasia Barcode Soal UN hasil scan

Selamat 4 hari mengawas UN saya mendapatkan banyak suka duka. Hal positifnya saya bisa merasakan semangat generasi muda dan tua untuk bisa menyelesaikan jenjang pendidikan di sela-sela waktu mereka yang tidak lagi banyak. Saya juga bisa merasakan kehangatan sikap kekeluargaan yang terjalin diantara panitia UN yang dikoordinir oleh bu Hj. Eem (Kasi di Bidang Pendidikan Formal dan Non Formal) Disdik Kota Bandung yang dibantu oleh Bu Rina, Bu Ida, Pa suhud, Pa Agus dan Tedi. Bersama pa Suhud saya ikut menggotong dus naskah soal dan LJU untuk 29 ruang untuk diangkut dari ruang subrayon ke mobil untuk diangkut ke lokasi di tengah panas atau hujan.

Tak lupa juga keramahan dari Pa Yayan (Wakasek SMPN 13) dan Pa Bambang (Kepsek SMPN 13) yang sayangnya karena kesibukan beliau saya tidak pernah tahu wajahnya. Hanya tandatangannya yang bisa saya lihat dalam berita acara pengawas satuan yang saya pegang. Dan tentu saja ujung tombang kegiatan pengawasan ada di pengawas ruang yang terdiri atas guru dari SMPN 13, SMK 11 dan SMK Ma’arif. Mereka yang penuh ketulusan bersedia menyisakan waktunya mensukseskan agenda pendidikan ini sekalipun kemudian harus protes karena honornya sedikit.

13663018441057294388

Saya, Bu Dede, dan Koordinator Subrayon Ketika Mengambil Naskah soal di Subrayon

13663022401585813041

Suasana Pengambilan Naskah oleh Pengawas Ruang

1366302127150849430

Peserta UN Kejar Paket C di SMPN 13

13663024381842322713

Penerimaan LJUN oleh Pa Mu’min dan Pa Deden (koord Subrayon)

Berita dukanya berkaitan dengan carut-marut pelaksanaan UN seputar naskah soal, pengawas dan paling penting, honor, yang akan saya ceritakan dalam tulisan berikutnya. Tunggu saja

0 komentar:

Posting Komentar

13663018441057294388

Pengalaman Pengawas UN Tingkat Satuan Pendidikan Kejar Paket C di Kota Bandung

Alhamdulilah, baru saja tadi sore saya menyelesaikan amanah dari Panitia UN tingkat SMA/MA/SMK menjadi pengawas tingkat satuan atau yang dulu dikenal sebagai pengawas independen dari Perguruan Tinggi. Hanya 18 dosen UIN SGD Bandung yang disetujui menjadi pengawas UN tahun ini. Pengawas satuan pendidikan ini dibagi menjadi 3 kelompok : pengawas SMA, SMK dan Kejar Paket C. Saya sendiri ditugasi menjadi  pengawas UN Paket C. Suka duka yang saya alami 4 hari kemarin ingin saya bagi dengan pembaca.

Bila nanti saya ungkapkan kebobrokan manajemen UN, bukan maksud saya membuka aib atau rahasia panitia. Tapi, semata-mata karena kecintaan saya pada pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan yang sudah susah payah menyiapkan UN tapi masih jauh dari kata ideal. Dua tahun yang lalu (2012) saya pernah menjadi pengawas UN SMA. Dengan membandingkan dua pengalaman ini saya bisa mengetahui  perbedaan persiapan, pelaksanaan dan pengawasan UN.

Lima hari sebelum pelaksanaan UN terlebih dahulu diadakan sosialisasi oleh panitia tingkat kota Bandung di Aula Unpas Setiabudi pada hari Rabu (10/4). Butuh waktu 1,5 jam dari kampus Cibiru yang berada di Bandung Timur untuk menuju lokasi sosialisasi yang berada di Bandung Utara. Maklum Bandung siang hari macet, cet, cet. di jadwal diagendakan sosialisasi mulai pukul 13.00, namun ternyata ngaret 1 jam.

Dalam pemaparannya Ketua Panitia UN Kota Bandung, Aziz Lukman, yang juga PD III FKIP Unpas menyatakan bahwa UN tahun ini berbeda. Tugas pengawas tingkat satuan lebih berat. Pengawas bertanggung jawab terhadap naskah dan LJUN mulai dari pengambilan sampai penyerahan kembali ke Subrayon (pengalaman ini akan diceritakan dalam tulisan nanti tentang pengawas). Di akhir acara saya menerima surat tugas sebagai pengawas Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C  tanggal 14-18 April 2013 atau selama 5 hari. Belakangan baru diketahui ternyata surat tugas tersebut salah karena tidak singkron dengan honor yang akan diterima pengawas. Hal ini jelas membuat kecewa 9 orang pengawas UN paket C termasuk saya. (Ini akan saya ceritakan nanti di bagian tentang honor).

Hari minggu (14/4), ketika saya melihat tayangan press conference Mendikbud M. Nuh di TV yang mengumumkan penundaan UN, saya sempat kaget sekaligus khawatir. Jangan-jangan kota Bandung juga mengalami hal yang sama. Setelah disimak ternyata hanya 11 provinsi di Indonesia tengah dan Sumatra Utara yang ditunda. Jawa barat, khususnya Kota Bandung tetap on schedule. Hari senin (15/4) saya memantapkan diri untuk konsentrasi mensukseskan UN. Saya sudah kontak mahasiswa jurusan KPI dan BPI yang jadwal kuliahnya bersama saya agar memindahkan jadwal kuliah menjadi pagi hari. Karena UN paket C yang saya awasi diadakan siang hari.

Ujian Nasional paket C bersamaan dengan UN SMA/SMK memang baru tahun sekarang dilaksanakan. Sebelumnya Ujian paket C diadakan setelah Ujian SMA/MA/SMK selesai. UN paket C ini dikhususkan untuk siswa putus sekolah (bahkan ada yang sudah usia lanjut) yang ingin mendapatkan ijazah SMA dengan mengikuti pelajaran di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Di kota Bandung terdapat 70 PKBM (dari total 90 PKBM yang tercatat Dinas Pendidikan) yang siswa ajarnya ikut dalam kegiatan UN tahun ini.

Siswa PKBM jelas berbeda dengan siswa SMA yang memiliki banyak waktu untuk belajar. Siswa PKBM mempersiapkan dan mengikuti UN di sisa-sisa waktunya bekerja. Bahkan, banyak diantara mereka untuk pergi ke lokasi UN saja harus sembunyi-sembunyi atau bolos kerja karena pimpinan tempatnya bekerja tidak menyetujui mereka ikut UN. Semangat yang luar biasa putra bangsa yang ingin meningkatkan taraf hidupnya melalui pendidikan.

di Kota Bandung lokasi UN paket C dilaksanakan di ruangan kelas yang berada di lingkungan SD dan SMP. Ruang kelas SMA/SMK jelas sudah habis terpakai untuk UN SMA/SMK. Untuk subrayonnya terletak di SMK Ma’arif jalan Galunggung. Saya sendiri mendapat tugas mengawas di SMPN 13 jalan Mutiara dekat Pasar buku Palasari. Jarak antara lokasi subrayon dengan sekolah sekitar 5 menit naik kendaraan mobil/motor.

1366301658875170122

Lokasi Subrayon di SMK Ma’arif

13663015141160351756

SMPN13 Lokasi Saya Mengawas UN Kejar Paket C

UN paket C secara umum peraturannya memang tidak berbeda dengan UN SMA/MA/SMK. Yang berbeda waktu dan materi ujian atau mata pelajaran yang diujikan. Waktu UN dilaksanakan siang hari (13.30-18.00). Kelihatannya ini untuk mengakomodir peserta agar bisa tetap bekerja pada pagi hari. Sedangkan materi ujian UN Paket C ternyata lebih banyak. UN SMA/SMK hanya 6 mata pelajaran yang diujikan: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah Fisika,  Kimia dan Biologi untuk Program IPA atau Ekonomi, sosiologi dan Geografi untuk program IPS. Sedangkan UN Paket C ditambah satu yaitu PendidikanKewarganegaraa. sehingga total mereka harus menyelesaikan ujian 7 mata pelajaran.

Keunikan Ujian Nasional tahun ini terletak pada kode soal yang disediakan. Bila tahun sebelumnya hanya ada 5 kode soal yang berbeda, tahun 2013 kode soal yang berbeda meningkat menjadi 20. Dengan kata lain, setiap peserta yang berada dalam satu ruangan mendapatkan soal yang berbeda, karena 1 ruangan maksimal diisi oleh 20 peserta. hal ini memunculkan banyak permasalahan (masalah soal dan kode soal ini akan saya ungkapkan dalam tulisan berikutnya).

1366301951915633345

Rahasia Barcode Soal UN hasil scan

Selamat 4 hari mengawas UN saya mendapatkan banyak suka duka. Hal positifnya saya bisa merasakan semangat generasi muda dan tua untuk bisa menyelesaikan jenjang pendidikan di sela-sela waktu mereka yang tidak lagi banyak. Saya juga bisa merasakan kehangatan sikap kekeluargaan yang terjalin diantara panitia UN yang dikoordinir oleh bu Hj. Eem (Kasi di Bidang Pendidikan Formal dan Non Formal) Disdik Kota Bandung yang dibantu oleh Bu Rina, Bu Ida, Pa suhud, Pa Agus dan Tedi. Bersama pa Suhud saya ikut menggotong dus naskah soal dan LJU untuk 29 ruang untuk diangkut dari ruang subrayon ke mobil untuk diangkut ke lokasi di tengah panas atau hujan.

Tak lupa juga keramahan dari Pa Yayan (Wakasek SMPN 13) dan Pa Bambang (Kepsek SMPN 13) yang sayangnya karena kesibukan beliau saya tidak pernah tahu wajahnya. Hanya tandatangannya yang bisa saya lihat dalam berita acara pengawas satuan yang saya pegang. Dan tentu saja ujung tombang kegiatan pengawasan ada di pengawas ruang yang terdiri atas guru dari SMPN 13, SMK 11 dan SMK Ma’arif. Mereka yang penuh ketulusan bersedia menyisakan waktunya mensukseskan agenda pendidikan ini sekalipun kemudian harus protes karena honornya sedikit.

13663018441057294388

Saya, Bu Dede, dan Koordinator Subrayon Ketika Mengambil Naskah soal di Subrayon

13663022401585813041

Suasana Pengambilan Naskah oleh Pengawas Ruang

1366302127150849430

Peserta UN Kejar Paket C di SMPN 13

13663024381842322713

Penerimaan LJUN oleh Pa Mu’min dan Pa Deden (koord Subrayon)

Berita dukanya berkaitan dengan carut-marut pelaksanaan UN seputar naskah soal, pengawas dan paling penting, honor, yang akan saya ceritakan dalam tulisan berikutnya. Tunggu saja
«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


Tidak ada komentar:

Leave a Reply