Selasa, 30 April 2013

Yuk dukung Aplikasi Android Buatan UIN Bandung!





Oleh Uwes Fatoni. Tadi malam ketika saya sedang ngoprek tampilan Google play yang baru tanpa sengaja di layar tablet saya muncul aplikasi-aplikasi populer buatan lokal "Popular in your area" tulisannya. Wah benar-benar menarik nih. Tanpa susah payah saya bisa mengecek beberapa aplikasi yang direkomendasikan oleh Google Play.

Tidak sengaja juga mata saya tertarik pada sebuah aplikasi bergambar kaligrafi orang shalat. Nama aplikasinya "Tuntunan Shalat". Ketika saya buka deskripsi pertamanya membuat saya tersenyum gembira. "Application is made by a graduate student in UIN Bandung. Wah anak UIN Bandung ternyata sudah bisa buat aplikasi android. Tercantum Developer pembuatnya bernama LABKOMIF UIN Bandung. dengan alamat visit webpage http://www.uinsgd.ac.id/home. Saya yakin pasti yang membuat anak-anak Lab komputer Fakultas Saintek Jurusan Teknik Informatika. Coba saya cek di website resmi kampus adakah penjelasan tentang aplikasi ini, Sayang kampus sendiri tidak memberikan informasinya.

LABKOMIF UIN Bandung paling sudah menciptakan 5 aplikasi yaitu : Tuntunan Shalat, Halo Pangandaran, Agent Travel Bandung, Password Documents dan Tabpage Indicator Sample. Aplikasi terakhir sepertinya aplikasi coba-coba. Saya sangat mendukung sekali pembuatan aplikasi ini, karena ini menandakan bahwa UIN Bandung sudah bisa masuk dan terlibat dalam Teknologi Infomasi tingkat Global. Siapapun bisa mengdownload dan menginstall aplikasi android ini diseluruh dunia.

Tapi jangan dulu bangga, ternyata bukan hanya UIN Bandung yang sudah masuk dunia permainan Google ini. Sebelumnya tiga mahasiswa UIN Syarif hidayatullah telah berhasil membuat aplikasi android bernama "sharee-sharia economics education" bekerjasama dengan Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) sebagai aplikasi ekonomi syariah pertama di Indonesia. Ada juga aplikasi mahasiswa UIN Suska bernama "Latin Names of Plants", aplikasi tentang pembelajaran biologi. Namun sayang keduanya tidak mendapat dukungan seperti aplikasi buatan UIN Bandung. Aplikasi sharee hanya mendapat 39 bintang 5 dari total 45 komentator. sedangkan "Latin Names of Plants" tidak ada yang mengomentar dan memberi rating satu orang pun.Jadi saya pikir Aplikasi Tuntunan shalat perlu mendapat perhatian dan terus dipromosikan.

Kalau melihat tanggal upload aplikasi "Tuntunan Shalat" ini tercantum 13 Maret 2013. Ini artinya telah lebih dari satu bulan aplikasi dengan ukuran 9,97 MB ini nongol di Google Play. Terakhir rata-rata ratingnya mendapat point 4,7 dari 324 komentator. Yang memberi bintang 5 ada 266 orang termasuk saya salah satunya. hehe...  Namun ada juga yang memberi rating rendah 1 bintang dari 5 orang dan 2 bintang dari 7 orang.

Kebanyakan komentar yang memberi bintang 5 menyebut aplikasi tersebut awesome, good, bagus, berguna banget, alus euy. Mungkin para komentator ini masih anak-anak UIN Bandung yang surprise dengan aplikasi buatan dari kampus cibiru ini. Namun, aplikasi ini tidak lepas dari kritik juga. Disebutkan oleh komentator yang memberi bintang 1 "Ada terjemahan doa iftitah yang salah dan melenceng." Tidak aneh bila kemudian mereka meminta segera ada perbaikan. Menurut mereka makna yang salah dalam pembelajaran shalat akan salah juga bila dipraktekkan dan ini akan mempengaruhi nilai shalat orang yang mempraktekkannya. Bahkan salah seorang komentator "Riski Saputra" memberi sindiran keras  "Sanggupkah anda menanggung dosanya? Andai tidak sanggup memperbaiki, lebih baik cabut dari peredaran."

Saya kira aplikasi ini memang perlu segera diperbaiki dengan versi-versi perbaikan selanjutnya. Perlu kehati-hatian dalam pembuatan aplikasi keagamaan. Harus ada pengecekan terlebih dahulu oleh ahli fikih yang kompeten. Saya kira di UIN Bandung sangat banyak dosen maupun profesor bidangnya yang bersedia mengecek terlebih dahulu aplikasi tersebut.

Kebanggaan ini tentu harus terus ditumbuhkan di kalangan civitas akademik UIN Bandung. Perlu kerjasama untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi keislaman bidang lainnya, termasuk dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi tempat saya mengabdi. Dan yang lebih penting lagi ayo dukung aplikasi ini dengan mendownload dan memberinya komentar konstruktif. PUSINFOKOM UIN SGD BANDUNG, kang Ibnu, Kang Dudi promosikan dong aplikasi ini, minimal di website resmi kampus.

Kalau bukan kita siapa lagi yang mendukung. Kalau bukan sekarang kapan lagi kita bisa bangga dengan kampus sendiri. Maju terus LABKOMIF UIN Bandung.

Kalau mau mengunduh Ini alamat aplikasinya di Google Play

Salam,

kanguwes.com

1 komentar:

Yuk dukung Aplikasi Android Buatan UIN Bandung!




Oleh Uwes Fatoni. Tadi malam ketika saya sedang ngoprek tampilan Google play yang baru tanpa sengaja di layar tablet saya muncul aplikasi-aplikasi populer buatan lokal "Popular in your area" tulisannya. Wah benar-benar menarik nih. Tanpa susah payah saya bisa mengecek beberapa aplikasi yang direkomendasikan oleh Google Play.

Tidak sengaja juga mata saya tertarik pada sebuah aplikasi bergambar kaligrafi orang shalat. Nama aplikasinya "Tuntunan Shalat". Ketika saya buka deskripsi pertamanya membuat saya tersenyum gembira. "Application is made by a graduate student in UIN Bandung. Wah anak UIN Bandung ternyata sudah bisa buat aplikasi android. Tercantum Developer pembuatnya bernama LABKOMIF UIN Bandung. dengan alamat visit webpage http://www.uinsgd.ac.id/home. Saya yakin pasti yang membuat anak-anak Lab komputer Fakultas Saintek Jurusan Teknik Informatika. Coba saya cek di website resmi kampus adakah penjelasan tentang aplikasi ini, Sayang kampus sendiri tidak memberikan informasinya.

LABKOMIF UIN Bandung paling sudah menciptakan 5 aplikasi yaitu : Tuntunan Shalat, Halo Pangandaran, Agent Travel Bandung, Password Documents dan Tabpage Indicator Sample. Aplikasi terakhir sepertinya aplikasi coba-coba. Saya sangat mendukung sekali pembuatan aplikasi ini, karena ini menandakan bahwa UIN Bandung sudah bisa masuk dan terlibat dalam Teknologi Infomasi tingkat Global. Siapapun bisa mengdownload dan menginstall aplikasi android ini diseluruh dunia.

Tapi jangan dulu bangga, ternyata bukan hanya UIN Bandung yang sudah masuk dunia permainan Google ini. Sebelumnya tiga mahasiswa UIN Syarif hidayatullah telah berhasil membuat aplikasi android bernama "sharee-sharia economics education" bekerjasama dengan Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) sebagai aplikasi ekonomi syariah pertama di Indonesia. Ada juga aplikasi mahasiswa UIN Suska bernama "Latin Names of Plants", aplikasi tentang pembelajaran biologi. Namun sayang keduanya tidak mendapat dukungan seperti aplikasi buatan UIN Bandung. Aplikasi sharee hanya mendapat 39 bintang 5 dari total 45 komentator. sedangkan "Latin Names of Plants" tidak ada yang mengomentar dan memberi rating satu orang pun.Jadi saya pikir Aplikasi Tuntunan shalat perlu mendapat perhatian dan terus dipromosikan.

Kalau melihat tanggal upload aplikasi "Tuntunan Shalat" ini tercantum 13 Maret 2013. Ini artinya telah lebih dari satu bulan aplikasi dengan ukuran 9,97 MB ini nongol di Google Play. Terakhir rata-rata ratingnya mendapat point 4,7 dari 324 komentator. Yang memberi bintang 5 ada 266 orang termasuk saya salah satunya. hehe...  Namun ada juga yang memberi rating rendah 1 bintang dari 5 orang dan 2 bintang dari 7 orang.

Kebanyakan komentar yang memberi bintang 5 menyebut aplikasi tersebut awesome, good, bagus, berguna banget, alus euy. Mungkin para komentator ini masih anak-anak UIN Bandung yang surprise dengan aplikasi buatan dari kampus cibiru ini. Namun, aplikasi ini tidak lepas dari kritik juga. Disebutkan oleh komentator yang memberi bintang 1 "Ada terjemahan doa iftitah yang salah dan melenceng." Tidak aneh bila kemudian mereka meminta segera ada perbaikan. Menurut mereka makna yang salah dalam pembelajaran shalat akan salah juga bila dipraktekkan dan ini akan mempengaruhi nilai shalat orang yang mempraktekkannya. Bahkan salah seorang komentator "Riski Saputra" memberi sindiran keras  "Sanggupkah anda menanggung dosanya? Andai tidak sanggup memperbaiki, lebih baik cabut dari peredaran."

Saya kira aplikasi ini memang perlu segera diperbaiki dengan versi-versi perbaikan selanjutnya. Perlu kehati-hatian dalam pembuatan aplikasi keagamaan. Harus ada pengecekan terlebih dahulu oleh ahli fikih yang kompeten. Saya kira di UIN Bandung sangat banyak dosen maupun profesor bidangnya yang bersedia mengecek terlebih dahulu aplikasi tersebut.

Kebanggaan ini tentu harus terus ditumbuhkan di kalangan civitas akademik UIN Bandung. Perlu kerjasama untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi keislaman bidang lainnya, termasuk dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi tempat saya mengabdi. Dan yang lebih penting lagi ayo dukung aplikasi ini dengan mendownload dan memberinya komentar konstruktif. PUSINFOKOM UIN SGD BANDUNG, kang Ibnu, Kang Dudi promosikan dong aplikasi ini, minimal di website resmi kampus.

Kalau bukan kita siapa lagi yang mendukung. Kalau bukan sekarang kapan lagi kita bisa bangga dengan kampus sendiri. Maju terus LABKOMIF UIN Bandung.

Kalau mau mengunduh Ini alamat aplikasinya di Google Play

Salam,

kanguwes.com
«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama


1 komentar